Tuesday, July 04, 2006

Dr Ratulangie ditangkap Belanda


Pada tanggal 5 April 1946 terbetik berita disurat kabar Nasional "Dr GSSJ Ratulangie Gubernur Sulawesi bersama 6 orang republik lainnya ditahan Belanda dikota Makassar". Untuk ini pihak Republik Indonesia mengajukan protes terhadap tentara sekutu. Hal ini menjadi jelas setelah lebih dua bulan kemudian (tanggal 18 Juni 1946) muncul berita susulan bahwa Ratulangie bersama 7 pemimpin RI di Sulawesi telah diasingkan ke Serui Irian Barat. Berhubung dengan penangkapan tersebut para pemuda Pemberontak Sulawesi di Jawa memberikan ancaman peringatan atau ultimatum kepada pihak Belanda. Ancaman itu adalah : "Kami para pemimpin pemberontakan Sulawesi mempermaklumkan kepada Belanda bahwa dalam tempo 15 hari ini paduka tuan Dr Ratulangie, Gubernur Sulawesi dan lainnya harus dimerdekakan kembali. Jika tidak, kami akan mengambil tindakan-tindakan keras terhadap Belanda. Merdeka, tetap Merdeka !" Dalam foto nampak, pada sekitar bulan Mei 1946, para pemuda-pemudi Sulawesi mengadakan demonstrasi di Yogya. Mereka membawa spanduk yang antara lain bertuliskan "Kami tidak menghendaki penghinaan terhadap pemerintah Republik Indonesia berkenaan Dr Ratulangi, Gubernur Sulawesi dan lain-lain pemimpin". Demikian berita-berita saat itu.