Monday, August 04, 2014

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI adalah panitia yang bertugas untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Sebelumnya telah berdiri BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), kemudian Jepang membubarkannya pada tanggal 7 Agustus 1945 dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ini yang diketuai oleh Ir. Soekarno.. Dalam bahasa Jepang, PPKI adalah Dokuritsu Junbi Iinkai  . Bisa dikatakan badan ini merupakan badan yang berdiri sebelum MPR dibentuk. Pada tanggal 14 Agustus 1945 berdatanganlah para anggota dari seluruh Indonesia. Sumatera, Jawa, Borneo, Selebes, Bali dan Ambon. Rencananya PPKI akan bersidang pada pertengahan Agustus 1945, namun karena ada khabar Jepang menerima keputusan konferensi Potsdam dan Rusia menyatakan perang terhadap Jepang, sidang PPKI dipercepat menjadi tanggal 16 Agustus 1945. Sidang tidak bisa dilangsungkan pada pagi hari karena terjadi peristiwa Rengasdengklok . Baru sore-malam hari sidang berlangsung di rumah Laksamana Maeda.

Saturday, September 21, 2013

Saya tidak pernah dihubungi Multivision Plus

Beberapa hari yang lalu ada teman yang mengirim SMS. Isinya menanyakan kebenaran berita kalau soal masalah film Soekarno yang disutradarai Hanung Bramantyo, Produser Raam Punjabi menghubungi saya ? Lalu juga ada berita dari Faozan Rizal (sutradara Habibie & Ainun)  bahwa pihak Multi Vision Plus Picture berkonsultasi dengan saya. Untuk itu saya diam saja dan tidak memperluas masalah. Tapi membaca detikhot. Selasa, 11/06/2013 13:55 WIB ditulis oleh Adhie Ichsan soal "Perjalanan Panjang Produksi Film Soekarno" Isinya (sebagian) ....Multivision Plus Pictures selaku rumah produksi kemudian melibatkan Yayasan Pendidikan Soekarno (Universitas Bung Karno), dan beberapa sejarawan yang dinilai mengetahui seluk-beluk kehidupan Soekarno, salah satunya Rusdi Husein.. Untungnya nama saya Rushdy Hoesein sehingga nama diatas kurang tepat. Ini biikin saya garuk-garuk kepala....kapan Multivision menghubungi saya ? Engga pernah kok ? Yang benar adalah, sdr Lukman Sardi menghubungi saya lewat Hp mau bicara. Saya bilang silahkan sebisa kesanggupan saya. Saya pikir Lukman datang sendiri, rupanya bersama Ario Bayu (peran Soekarno) dan Tanta Ginting (pemeran Sutan Sjahrir). Tanpa curiga macam-macam kita berbicara santai dan saya menyumbangkan pengetahuan saya tentang Soekarno secara garis besar. Antara lain juga saya bilang (kalau tak salah), bikin film tokoh cukup sulit, apa lagi orang besar seperti Soekarno. Perlu diketahui saat itu Shooting sudah berjalan tapi belum muncul masalah. Harapan saya semoga lekas beres dan damai-damai....Foto, Tanggal 5 Oktober 1945, di rumahnya di jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta (yang dipergunakan untuk acara Proklamasi 17 Agustus 1945) bersama sejumlah menterinya, Soekarno dibuat film dokumenter. Saya pernah mempublikasinya...bisa dilihat di sejarah kita/youtube. Demikian pembaca agar maklum adanya atas berita yang kurang tepat itu....

Thursday, September 12, 2013

Prof. Ali Hasjmy

video
Prof. Ali Hasjmy (nama lahir: Muhammad Ali Hasyim) alias Al Hariry, Asmara Hakiki dan Aria Hadiningsun lahir di Idi Tunong, Aceh, 28 Maret 1914 – meninggal 18 Januari 1998 pada umur 83 tahun adalah sastrawan, ulama, dan tokoh daerah Aceh. Ali Hasjmy adalah anak kedua dari 7 orang bersaudara. Ayahnya, Teungku Hasyim, pensiunan pegawai negeri dan mempunyai satu orang istri bernama Zuriah Aziz yang dikaruniai 7 orang anak. Pernah menjabat Gubernur Aceh periode 1957-1964, Gubernur diperbantukan Menteri Dalam Negeri Jakarta periode 1964-1968. Ketua Majelis Ulama Aceh. Rektor Institut Agama Islam Negeri Jamiah Ar Raniry, Darussalam, Banda Aceh.Tahanan dalam penjara Jalan Listrik, Medan, karena dituduh terlibat dalam pemberontakan Daud Beuereueh di Aceh, September 1953 - Mei 1954. Kepala Jawatan Sosial Daerah Aceh, Kutaraja (1946-1947), Kepala Jawatan Sosial Sumatera Utara (1949), Inspektur Kepala Jawatan Sosial Sumatera Utara (1949), Inspektur Kepala Jawatan Sosial Provinsi Aceh (1950), Kepala Bagian Umum pada Jawatan Bimbingan dan Perbaikan Sosial Kementerian Sosial di Jakarta (1957), Tahun 1975 diangkat sebagai guru besar (Prof) dalam ilmu dakwah oleh IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Ali Hasjmy gemar membaca dan mendengarkan musik. Sebagai sastrawan, ia telah menerbitkan 18 karya sastra, 5 terjemahan, dan 20 karya tulis lainnya antara lain:  Hikayat perang sabi menjiwai perang Aceh lawan Belanda, diterbitkan oleh Pustaka Faraby dan Apa Sebab Rakyat Aceh Sanggup Berperang Puluhan Tahun  Diterbitkan di Jakarta, oleh Bulan Bintang tahun 1978. Film : Cuplikan dari film Atjeh Atjeh

Wednesday, August 21, 2013

Jokowi dan Pemilu 1955

Pada tanggal 29 September 1955 di seluruh Indonesia berlangsung pemilihan umum pertama setelah Proklamasi. Bung Karno berada diantara rakyat ikut memberikan suaranya. Tapi dari foto ini kok aneh disebelah kanannya agak kebelakang ada orang yang mirip Jokowi. Tentu saja bukan dia karena Jokowi saat itu belum lahir (Jokowi lahir tanggal 21 Juni 1961)....Kalau demikian siapa dia ? Ini ngalamat kalau Jokowi bakal jadi Presiden rupanya.....lha wujudnya saja sudah muncul bersama Bung Karno 58 tahun yang lalu ? Napaknya disini juga ada dialog. Petugas berbaju hitam (mungkin pertugas KPU) bilang pada lelaki didepan Bung Karno: "Maaf Mas tolong beri jalan pada Presiden kita". Pemuda itu kurang senang dan bersungut. Lalu Bung Karno berkata: "Engga usah biarkan, saya juga rakyat Indonesia kok, harus ikut aturian ngantri mencoblos bersama rakyat"....Bung Karno lalu tersenyum

Monday, August 05, 2013

AKHIRNYA INDONESIAPUN MERDEKA

video
Pada tanggal 8 Agustus 1945 sebelum berangkat ke Dalat, Bung Karno berpidato di Stasion Radio Hoso Kyoku (Stasion radio Jepang yang kemudian menjadi RRI Jakarta) . Isi pidatonya soal menyongsong Kemerdekaan Indonesia. Dalam pidato tersebut amat jelas dikatakan bahwa Bangsa Indonesia ingin Merdeka dan tiada kekuatan apapun yang akan menghalanginya.

Wednesday, July 31, 2013

Umi Yukaba (Kalau saya pergi memenuhi panggilan tugas)

video
Lagu Jepang dizaman Perang Pasifik ini pernah sangat merekat dengan jiwa patriotik yang dipompakan kepada rakyat Indonesia oleh Pemerintah Pendudukan Jepang 1942-1945. Sejumlah mantan tentara PETA dan Heiho masih hafal bahkan sukar melupakannya

Idul Fitri tahun 1945 jatuh tanggal 7 September 1945

video
Penetapan 1 Ramadhan 1364 H atau tahun 1945 bertepatan pada tanggal 9 Agustus 1945. Benarkah Hari Raya Idul Fitrinya jatuh pada tanggal 9 September 1945 ? Ada yang masih ingat ? Clip video tentang itu dimana tercantum awalnya Idul Fitri 9 September 1945. Ternyata film lama tentang hari Raya Idul Fitri tanggalnya salah. Mestinya Idul Fitri tahun 1945 ini jatuh pada tanggal 7 September 1945. Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 dan berakhirnya bulan puasa yang diikuti Hari Raya Idul Fitri 1364 H itu, Jakarta aman. Namun sudah tampak coretan-coretan Revolusi...

Tuesday, July 23, 2013

Volksraad parlemen zaman HIndia Belanda

video
Volksraad yang diambil dari bahasa Belanda dan secara harafiah berarti "Dewan Rakyat", adalah semacam dewan perwakilan rakyat Hindia-Belanda. Dewan ini dibentuk pada tanggal 16 Desember 1916 oleh pemerintahan Hindia-Belanda yang diprakarsai oleh Gubernur-Jendral J.P. van Limburg Stirum bersama dengan Menteri Urusan Koloni Belanda; Thomas Bastiaan Pleyte. Pada awal berdirinya, Dewan ini memiliki 38 anggota, 15 di antaranya adalah orang pribumi. Anggota lainnya adalah orang Belanda (Eropa) dan orang timur asing: Tionghoa, Arab dan India. Pada akhir tahun 1920-an mayoritas anggotanya adalah kaum pribumi. Awalnya, lembaga ini hanya memiliki kewenangan sebagai penasehat. Baru pada tahun 1927, Volksraad memiliki kewenangan ko-legislatif bersama Gubernur-Jendral yang ditunjuk oleh Belanda. Karena Gubernur-Jendral memiliki hak veto, kewenangan Volksraad sangat terbatas. Selain itu, mekanisme keanggotaan Volksraad dipilih melalui pemilihan tidak langsung. Pada tahun 1939, hanya 2.000 orang memiliki hak pilih. Dari 2.000 orang ini, sebagian besar adalah orang Belanda dan orang Eropa lainnya. Selama periode 1927-1941, Volksraad hanya pernah membuat enam undang-undang, dan dari jumlah ini, hanya tiga yang diterima oleh pemerintahan Hindia Belanda. Sebuah petisi Volksraad yang ternama adalah Petisi Soetardjo. Soetardjo adalah anggota Volksraad yang mengusulkan kemerdekaan Indonesia. Dominasi kolonial pada masa itu hampir mencakup semua aspek, sampai pada forum-forum resmi harus menggunakan Bahasa Belanda, padahal sejak Kongres Pemuda II (1928) bahasa Indonesia disepakati sebagai bahasa persatuan yang menjadi salah satu alat perjuangan kalangan pro-kemerdekaan. Untuk itulah Mohammad Hoesni Thamrin mengecam pedas tindakan-tindakan yang dianggap mengecilkan arti bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia dalam sidang-sidang Volksraad diperbolehkan sejak Juli 1938. Video, saat pembukaan Volksraad pada tahun 1938. Tampak Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborg membukanya. Sumber tulisan : Wikipedia