Friday, August 03, 2007

Tan Malaka

Benarkah Tan Malaka ada di Lapangan Ikada pada tanggal 19 September 1945 ?. Saat itu banyak yang bersaksi demikian. Didalam rekaman film Berita Film Indonesia, tampak Soekarno berjalan berdampingan dengan seorang setengah baya, memakai celana buntung dan berbaju gelap. Dilengan kirinya ada pita lebar yang diikatkan (mungkin bendera merah putih ?). Dia juga memakai topi planters (tuan kebun) yang terbuat dari bahan prop yang dibungkus kain keki. Pada tanggal 30 Juli 2007 kemarin Harry Poeze meluncurkan bukunya yang ketiga tentang "Tan Malaka' bertempat di gedung pertemuan Menteng 31. Oleh karena itu tambah lagi kemisteriusan Tan Malaka. Apa betul eksekusi yang dilakukan pada tahun 1949 itu berdasarkan ulah Tan Malaka mau melawan Pemerintah ?. Pemerintah yang mana ?
Semoga sisi gelap itu lekas terungkapkan.

18 Comments:

Blogger Kai Vianuz said...

pak, saya ryllian dari bandung. saya sekarang sedang melakukan penelitian tentang majalah star weekly (1946-1961) untuk skripsi sejarah saya. mungkin bapak punya dokumentasi tentang pers tionghoa di awal2 kemerdekaan.kalo punya di bwah ada alamat email saya.terima kasih

rylsick@yahoo.com

5:57 AM  
Blogger jkton-csc said...

t. malaka ada di lapangan ikada dan sempat 'kesal' dengan soekarno, ada di buku mrazek berdasarkan kesaksian saat itu.

8:22 PM  
Blogger aroel said...

tolong kabari saya klo buku “Verguisd en Vergeten-Tan Malaka, de Linkse en de Indonesische Revolutie, 1945-1949″ sudah terbit. ini untuk melengkapi koleksi Tan Malaka diperpustakaan saya sekaligus untuk menguak lebih jauh tentang sepak terjang sang revolusioner yang terlupakan. jangan lupa juga klo ada buku “Tan Malaka: Pergulatan menuju Republik I dan II” kabari saya. karena hanya buku tersebut yang belum saya miliki. satu lagi, klo ada berita tentang “Partai Murba” hub saya di 085880224522 atau 08999014565. atau email ke saya di synthesizer_rock@yahoo.com

“suara saya akan lebih terdengar dari dalam bumi dibandingkan dari atas bumi” TAN MALAKA

5:22 AM  
Blogger Nagara Blog said...

salam kenal..lagi cari data ttg tan malaka..emang benar tan malaka hadir waktu ikada, malah ada yg omong jadi dalangnya

3:02 AM  
Blogger Berry_Devanda said...

Sudah saatnya bangsa Indonesia, khususnya kaum muda kembali mengingat dan mendiskusikan keberadaan Tan Malaka sebaga salah satu tokoh besar yang dimiliki oleh bangsa ini. Tan Malaka adalah sosok yang betul-betul konsisten dalam memperjuangkan Indonesia merdeka. jauh sebelum Sukarno, M.Hatta dan Sjahrir mencita sebuah negara Indonesia, Tan Malaka telah lebih dulu mengejawantahkannya dalam karyanya Naar de Republiek pada tahun 1927...
PEmikiran Tan Malaka jauh melampaui zamannya. terbukti dengan beberapa karya besarnya seperti Madilog. MAdiolog adalah hasil perjalanan intelektual Tan Malaka di beberapa belahan dunia seperti di Belanda, sebagian negara Asia dan Rusia. banyak pihak mengatakan bahwa madilog merupakan penegasan Tan Malaka tentang apa yang disampaikan oleh "gurunya" Karl Marx dalam bukunya yang terkenal Das Kapital. Mungkin saja hal itu benar, namun Tan Malaka menulis Madilog dengan Telaah kondisi Indonesia pada saat itu. misalnya, Tan Malaka melihat bahwa kaum Proletar Eropa berbeda dengan Indonesia. Kaum PRoletar Eropa murni sebagai buruh, mereka tidak punya rumah, ladang, sawah, tanah dan lainnya. sedangkan di Indonesiia kaum buruh Indonesia memiliki Tanah, tumah,sawah dan Ladang. maka dar itu Tan Malaka membedakannya dan menyebut mereka sebagai Murba.

silahkan berkunjung ke http://tanmalaka-community.blogspot.com/

salam hangat....

9:00 PM  
Blogger Rony said...

Tan Malaka itu, Bapak Repoeblik Indonesia. Karena jauh hari sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaanya tahun 1945, Tan Malaka sudah menulis buku dengan judul "Menuju Republik Indonesia (Naar de Repoeblik Indonesia) tahun 1927. Jadi, Sukarno itu mengadopsi pikiran-pikiran Tan Malaka. Sama seperti Sudirman dan Nasution yang menggandrungi GERPOLEK. Hanya saja, TNI tidak suka apabila Kekuasaan pada September 45 diwariskan kepada Tan Malaka, seandainya BK tidak lagi sanggup memimpin negeri ini seandainya dirinya dalam Bahaya. Makanya ia harus di hilangkan dari Indonesia. Buku Poeze, sudah merintis kearah itu.

2:50 AM  
Blogger Rony said...

Tan Malaka itu, Bapak Repoeblik Indonesia. Karena jauh hari sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaanya tahun 1945, Tan Malaka sudah menulis buku dengan judul "Menuju Republik Indonesia (Naar de Repoeblik Indonesia) tahun 1927. Jadi, Sukarno itu mengadopsi pikiran-pikiran Tan Malaka. Sama seperti Sudirman dan Nasution yang menggandrungi GERPOLEK. Hanya saja, TNI tidak suka apabila Kekuasaan pada September 45 diwariskan kepada Tan Malaka, seandainya BK tidak lagi sanggup memimpin negeri ini seandainya dirinya dalam Bahaya. Makanya ia harus di hilangkan dari Indonesia. Buku Poeze, sudah merintis kearah itu.

2:50 AM  
Blogger Rony said...

Tan Malaka itu, Bapak Repoeblik Indonesia. Karena jauh hari sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaanya tahun 1945, Tan Malaka sudah menulis buku dengan judul "Menuju Republik Indonesia (Naar de Repoeblik Indonesia) tahun 1927. Jadi, Sukarno itu mengadopsi pikiran-pikiran Tan Malaka. Sama seperti Sudirman dan Nasution yang menggandrungi GERPOLEK. Hanya saja, TNI tidak suka apabila Kekuasaan pada September 45 diwariskan kepada Tan Malaka, seandainya BK tidak lagi sanggup memimpin negeri ini seandainya dirinya dalam Bahaya. Makanya ia harus di hilangkan dari Indonesia. Buku Poeze, sudah merintis kearah itu.

2:50 AM  
Blogger Rony said...

Tan Malaka itu, Bapak Repoeblik Indonesia. Karena jauh hari sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaanya tahun 1945, Tan Malaka sudah menulis buku dengan judul "Menuju Republik Indonesia (Naar de Repoeblik Indonesia) tahun 1927. Jadi, Sukarno itu mengadopsi pikiran-pikiran Tan Malaka. Sama seperti Sudirman dan Nasution yang menggandrungi GERPOLEK. Hanya saja, TNI tidak suka apabila Kekuasaan pada September 45 diwariskan kepada Tan Malaka, seandainya BK tidak lagi sanggup memimpin negeri ini seandainya dirinya dalam Bahaya. Makanya ia harus di hilangkan dari Indonesia. Buku Poeze, sudah merintis kearah itu.

2:51 AM  
Blogger dedyaryo said...

Luar biasa!!!kita semua patut berbangga diri mempunyai sosok seperti Tan Malaka, yang mendedikasikan hidupnya untuk negeri ini. Ide-ide besarnya masih relevan diterapkan pada negeri yang kini dimpim oleh para hantu blau....maling...pemerkosa...penipu.Bila dibandingkan dengan perjalanan yang dilakukan Che Guevara, hanya seujung kaki bila kita melihat kisah dari Bapak republik ini....yang harus dijaga sekarang adalah, jangan hanya menjadikan sosok Tan Malaka hanya sebagai mitos saja, akan tetapi mari kita wujudkan segala impiannya tentang negeri gemah ripah loh jinawi.....menjadikan seluruh rakyat Indonesia merdeka 100%...bebas merdeka seutuhnya dengan secara mandiri mengelola apa yang dimilikinya.

11:15 AM  
Blogger coedy_jay said...

saya pernah membaca buku tentang tan malaka, judulnya dari penjara ke penjara. sebelum saya membaca buku tersebut saya hanya kenal nam tan malaka saja...saya tertarik bagaimana perjuangan tan malak menghadapi kaum imprealisme. dalam buku tersebut di gambarkan tan malaka hidup sebagai pelarian. dimana ia pernah hidup di tengah2 warga tionghoa. sampai2 ia pernah di tangkap oleh pemerintahan inggris di Hongkong dan tidak diperbolehkan lagi menginjak kaki di Hongkong. saya benar2 terkesan perjuangan tan malaka. "telah banyak rumah penjara yang saya datangi, mereka seolah-olah meminta saya untuk singgah"

9:30 AM  
Blogger what a wonderful word said...

the one and only that world ever had,
the next generation of GAJAH MADA,
the hero of communist
the friend of slave
the smarter one of indonesia's
he is 'the' in the world !!

" my sounds will be loud heard in the grave than on the earth "

8:22 PM  
Blogger bakri said...

pokoknya kembalikan nama tan malaka sbg pendiri awalindonesia. itu harga mati

5:35 AM  
Blogger ila said...

Sosok tan malaka mampu menjadi insprasi bagi dunia luar , Tan malaka seorang yang disegani, dan konon beliau juga pemberi inspirasi bagi kemerdekaan di asia tenggara. Ia pernah dipenjara sebanyak tiga belas kali, namun selama pengasingannya itu banyak pemikirannya yang ditakuti oleh kolonial dan sekutunya. Sampai ia menjadi orang yang "dimata-matai" oleh agen rahasia internasional saat itu. ia juga pendukung pencetusan kemerdekaan dan kebebasan indonesia 100% tanpa perlu negosiasi dengan pemerintah asing, seperti yang dilakukan soekarno. Ia di cap beraliran kiri, karena pemikirannya yang pada waktu itu bertentangan dengan pemerintah Soekarno.Tan Malaka dibunuh oleh pasukan Batalyon Sikatan pimpinan Letnan Dua Soekotjo. Ia tewas pada tanggal 21 Februari 1949, dan tubuhnya dimakamkan di tempat pemakaman itu, tanpa disertai dengan nisan , sosok yang misterius ini masih menjadi tanda tanya sampai saat ini, apakah yang telah tiada itu adalah seorang Tan Malaka atau bukan.Saya berharap, kita generasi muda sepatutnya mencontoh Tan Malaka, walaupum kelompok elit berusaha mengaburkan sejarah Tan Malaka tapi kita bisa tau, tan malakalah yang berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia.Jasanya sungguh luar biasa...!!

6:30 AM  
Blogger Norman Yudha said...

bukan dengan mengaggumi saja, lakukan yang beliau lakukan, maka Indonesia akan lebih bermakna ! anak muda gunakan emosi kalian dengan merevolusikan Indonesia..

saya memang tidak pernah membaca buku Tan Malaka, namun saya berniat menggubah Indonesia..

normabwb.blogspot.com

1:20 PM  
Blogger tantiko said...

Tidak banyak generasi skr yg tau tentang Tan Malaka dan perannya di masa kemerdekaan. Sudah sepantanyalah kita mengenang jasanya. Untuk itu saya usul bandara Padang dinamakan Bandara Tan Malaka

5:50 PM  
Blogger riosaeba said...

Skrg sejarah tentang tan malaka harus masuk dalam buku sejarah sekolah...

6:22 PM  
Blogger Erwin099 said...

bapak Tan malaka adalah, sang Revolusionir sajati yg pernah di miliki Indonesia..

besar sakali Jasamu buat negri ini..
yg pro dgn kaum proletar dan tertindas..

1:30 AM  

Post a Comment

<< Home